Apakah Fumigasi Tertutup dalam Pengendalian Rayap Aman ?

Professional Pest Control

Apakah Fumigasi Tertutup dalam Pengendalian Rayap Aman ?

Apakah Fumigasi Tertutup dalam Pengendalian Rayap Aman ? – Serangan rayap dapat menyebabkan kerusakan besar pada kayu. Oleh karena itu, jika rumah Anda sebagian besar terbuat dari kayu, penting untuk mengetahui pendekatan yang tepat untuk mengatasi dan mencegah masalah rayap. Jika tidak, Anda harus menanggung biaya mahal untuk memperbaiki atau menggantinya.

Sumber : Istock

Cara populer untuk membasmi koloni rayap dalam jumlah besar adalah dengan menggunakan fumigasi tertutup dengan menggunakan tenda khusus. Ini adalah solusi populer yang ditawarkan sebagian besar perusahaan pengendalian hama untuk mengakhiri masalah rayap, termasuk rayap yang menyerang area yang paling tidak nyaman seperti kayu dek atau dinding. Dalam istilah awam, fumigasi adalah memaparkan gas beracun ke area yang terinfestasi, misalnya rumah, kantor, atau bangunan lainnya. Di sisi lain, perawatan fumigasi rayap adalah proses di mana seluruh struktur sudah ditutup dengan tenda karena gas pestisida digunakan. Hal ini untuk memastikan gas tersebut hanya terpapar ke ruangan yang ada dalam tenda.

Pelepasan tenda rayap setelah dilakukan fumigasi dibiasanya membutuhkan waktu tiga hingga empat hari. Ini melibatkan penutupan seluruh struktur dan agar berhasil, persiapan terperinci sangatlah penting. Tenda yang terbuat dari terpal harus menutup udara di dalam strukturnya dengan kedap udara untuk memastikan gas tidak keluar. Untuk menahan tenda di tempatnya selama jangka waktu tertentu, strukturnya harus ditutup seluruhnya dengan bantuan tiang, pemberat besar, atau wadah air berbobot atau benda apa pun lainnya yang dapat menahan. Setelah penyegelan, gas pestisida kemudian dipompa ke dalam tenda.

Tidak seperti perawatan di tempat seperti semprotan, bom serangga, dan perangkap yang hanya menargetkan area tertentu seperti loteng atau ruang bawah tanah, fumigasi dimaksudkan untuk melindungi seluruh struktur. Ini telah digunakan sebagai solusi standar selama lebih dari empat puluh tahun. Namun, masalah kesehatan dan masalah lingkungan telah muncul sehubungan dengan pengobatan tersebut. Misalnya, bahan kimia atau gas yang digunakan dalam pengolahan adalah metil bromida, zat tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat beracun bagi rayap dan semua makhluk hidup di area tersebut namun juga berdampak buruk pada lapisan ozon. Gas ini dikatakan menguap dengan cepat di udara sehingga menyebabkan masalah lingkungan dan manusia yang menelan atau menghirup bahan kimia tersebut dapat menderita sistem saraf dan kegagalan organ utama seperti paru-paru, mata, dan kulit.

Karena sifat dan bahaya bahan kimia dan gas yang digunakan dalam fumigasi rayap terutama jika terhirup atau tertelan, beberapa negara meralarang dilakukan fumigasi . Bahkan ada juga fumigasi hanya boleh dilakukan oleh jasa pembasmi hama yang bersertifikat, berlisensi, dan profesional.

Karena gas metil bromida menjadikan tenda dan fumigasi sebagai solusi yang berpotensi berisiko, banyak profesional menyarankan penggunaan gas vikane sebagai pengganti perawatan fumigasi rayap. Gas ini mungkin hampir sama dengan metil bromida. Jika terhirup terlalu banyak, dapat menyebabkan muntah, mual, tekanan darah rendah, atau yang terburuk, kematian. Meskipun demikian, ini dianggap sebagai versi metil bromida yang lebih baik karena tidak meninggalkan residu apa pun di area yang difumigasi, sehingga lebih aman bagi mereka yang akan kembali ke struktur tersebut. Namun, karena kemungkinan besar tidak ada residu yang tersisa, gas vikane tidak dianggap sebagai bahan pencegah serangan rayap kembali. Oleh karena itu, penerapan tindakan pencegahan seperti merawat kayu yang digunakan dan pekerjaan kayu apa pun di dalam struktur harus dilakukan.

Jika Anda mempertimbangkan untuk melakuakan fumigasi terhadap masalah hama Anda, ingatlah hal-hal berikut ini :

  • Tidak ada yang namanya fumigasi “ramah lingkungan” karena masih menggunakan bahan kimia untuk perawatannya.
  • Akan sangat membantu jika Anda mengetahui dengan baik bahan kimia yang digunakan dalam proses fumigasi untuk memastikan Anda mengetahui risikonya. Jangan ragu bertanya kepada perusahaan pengendalian hama tentang hal itu.
  • Pastikan rumah Anda berventilasi penuh selama beberapa hari setelah perawatan hanya untuk memastikan tidak ada sisa gas saat Anda kembali ke rumah.
  • Pikirkan kembali pilihan Anda. Jangan terburu-buru.

Mencari Jasa Fumigasi Profesional yang Melayani Area di Jabodetabek dan Sukabumi ?. Yuk segera hubungi Kami sekarang juga di nomor : 0251-7553361 / 081317751203 agar kami segera melakukan tindak lanjut atas permintaan Anda.

BIARKAN SINTTESIS PEST CONTROL yang Menangani PERMASALAHAN HAMA ANDA !

0251-7553361

081317751203

Artikel Kami Lainnya :
Bisakah Anda melakukan Fumigasi Mobil Secara Mandiri ? (Sinttesis Solusi Hama)
Pentingnya Fumigasi Untuk Barang – Barang Ekspor dan Impor
Pelayanan Pembasmian Hama Menyeluruh dengan Fumigasi

Apakah Fumigasi Tertutup dalam Pengendalian Rayap Aman ?

 

One Response

  1. […] Baca juga: Apakah Fumigasi Tertutup dalam Pengendalian Rayap Aman ? […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMO SEHAT MEI

Dalam rangka merespons kasus DBD yang sedang terjadi akhir - akhir ini, Sinttesis Pest Control mengadakan promo gratis pengendalian nyamuk disetiap pemesanan jasa pest control dan rayap. Hubungi Kami di 081181200500.

Promo Sehat Mei


This will close in 20 seconds