Bahaya Kotoran Tikus
Bahaya Kotoran Tikus – Sering menemukan kotoran tikus di area dapur atau gudang? Hati-hati, membersihkannya tidak boleh sembarangan seperti menyapu sampah biasa. Jika salah langkah, kotoran tersebut justru bisa menjadi sumber penularan penyakit berbahaya bagi penghuni rumah.
Agar tetap aman dan higienis, jangan sepelekan cara penanganannya. Simak panduan lengkap membersihkan kotoran tikus yang benar di artikel ini untuk menghindari risiko kesehatan.
Mengapa Kita Harus Mewaspadai Kotoran Tikus ?
Tikus merupakan inang bagi berbagai virus, bakteri, dan parasit yang mengancam nyawa. Kotoran mereka bukan sekadar kotoran biasa, melainkan media penularan penyakit melalui tiga jalur utama:
- Inhalasi (Udara): Kotoran yang mengering akan pecah menjadi partikel mikroskopis yang mudah terhirup, memicu infeksi paru-paru yang serius.
- Sentuhan Fisik: Bakteri dapat masuk ke tubuh melalui luka terbuka jika Anda menyentuh kotoran atau sarangnya tanpa pelindung.
- Kontaminasi Silang: Peralatan makan dan bahan makanan yang terpapar kotoran tikus berisiko tinggi menyebabkan keracunan.
Kotoran ini sering kali membawa patogen berbahaya seperti Hantavirus, Salmonella, hingga Leptospira yang dapat merusak sistem saraf, pencernaan, dan pernapasan. Segera bersihkan dengan prosedur yang benar untuk melindungi keluarga Anda.
baca juga : Infestasi Tikus di Pusat Perbelanjaan Jabodetabek
Daftar Penyakit Mematikan yang Disebabkan oleh Kotoran Tikus
Jangan tertipu oleh ukurannya; kotoran tikus menyimpan risiko kesehatan serius yang bahkan bisa berakibat fatal. Berikut adalah dua penyakit utama yang patut diwaspadai:
- Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) Penyakit ini menyerang paru-paru dan bersumber dari virus dalam kotoran serta air liur tikus. Penularan terjadi saat seseorang tidak sengaja menghirup debu kotoran tikus yang kering di udara.
- Gejala: Diawali dengan gejala mirip flu (demam dan sakit kepala), namun dapat memburuk dengan cepat menjadi sesak napas akut. Meskipun tidak menular antarmanusia, virus ini sangat berbahaya bagi penderitanya.
- Leptospirosis Penyakit ini dipicu oleh bakteri Leptospira interrogans yang terkandung dalam urin dan kotoran tikus. Di Indonesia, risiko penularan meningkat drastis saat musim banjir melalui air atau tanah yang tercemar.
- Gejala: Demam tinggi, nyeri otot, kulit/mata menguning, hingga komplikasi berat seperti gagal ginjal.
- Pencegahan: Selalu gunakan sepatu bot dan sarung tangan saat membersihkan area lembap atau sisa banjir agar bakteri tidak masuk melalui luka di kulit.
- Salmonellosis (Infeksi Bakteri Salmonella) Bakteri Salmonella sering kali terbawa melalui kotoran tikus yang mencemari bahan makanan atau alat masak di dapur. Infeksi ini menjadi ancaman serius terutama di area penyimpanan makanan yang kurang higienis.
– Gejala: Penderita biasanya mengalami gangguan pencernaan akut seperti diare, kram perut, mual, hingga muntah-muntah.
– Risiko Lokasi: Dapur rumah, gudang logistik, dan restoran adalah tempat yang paling rawan terjadi kontaminasi. - Lymphocytic Choriomeningitis Virus (LCMV) Penyakit ini bersumber dari tikus rumah biasa (house mouse) melalui paparan urin, liur, atau kotorannya. Bahayanya, virus ini bisa masuk ke tubuh baik melalui kontak fisik maupun partikel yang terhirup.
– Gejala: Awalnya menyerupai flu biasa (demam dan pusing), namun pada kondisi kronis dapat memicu peradangan selaput otak (meningitis).
– Peringatan Khusus: Ibu hamil harus sangat waspada karena infeksi LCMV berisiko tinggi mengganggu perkembangan janin.
Panduan Aman Membersihkan Kotoran Tikus Tanpa Risiko Penularan
Menyapu kotoran tikus begitu saja sangat dilarang karena dapat menerbangkan kuman ke udara. Ikuti prosedur aman berikut ini:
1. Persiapan Penting
- Hindari Sapu & Vakum: Jangan menyapu atau menyedot kotoran kering agar partikel berbahaya tidak terhirup.
- Alat Pelindung Diri (APD): Wajib memakai masker dan sarung tangan karet.
- Sirkulasi Udara: Buka jendela selebar mungkin agar udara segar dapat bertukar.
2. Tahapan Pembersihan yang Benar
- Basahi dengan Disinfektan: Semprot kotoran hingga benar-benar basah.
- Diamkan: Tunggu sekitar 5–10 menit agar cairan disinfektan bekerja membunuh kuman.
- Gunakan Alat Sekali Pakai: Angkat kotoran menggunakan tisu atau kain lap yang bisa langsung dibuang.
- Sterilisasi Lanjutan: Bersihkan kembali area bekas kotoran dengan air sabun hingga tuntas.
3. Pasca Pembersihan Setelah selesai, segera buang masker dan sarung tangan ke plastik tertutup. Jangan lupa cuci tangan hingga bersih dengan sabun di bawah air mengalir. Jika area yang terkontaminasi terlalu luas, sangat disarankan untuk menghubungi jasa pest control profesional.
Seringkali tikus tetap kembali meski area sudah dibersihkan berkali-kali. Hal ini biasanya terjadi karena masih ada celah masuk atau sarang tersembunyi yang belum terdeteksi. Agar masalah hama ini tuntas sampai ke akarnya, sudah saatnya Anda mengandalkan jasa profesional dari Sinttesis Pest Control.
Tim ahli dari Sinttesis Pest Control dilengkapi dengan peralatan modern dan disinfektan khusus yang mampu menangani kotoran tikus secara steril. Tidak hanya membasmi, kami juga akan menutup akses masuk tikus agar mereka tidak kembali lagi. Layanan unggulan dari Sinttesis Pest Control tidak hanya diperuntukkan bagi hunian pribadi, tetapi telah dipercaya oleh ribuan perusahaan di berbagai sektor industri.
Ingin tahu bagaimana solusi Sinttesis Pest Control menangani berbagai jenis hama secara menyeluruh? Temukan informasi lengkapnya di artikel berikut: Manfaat Perusahaan Pengendalian Hama untuk Berbagai Industri
Jangan tunda lagi, segera amankan hunian Anda bersama Sinttesis Pest Control dan rasakan kenyamanan rumah yang benar-benar bebas hama !.
Jangan ambil risiko terhadap bisnis Anda. Percayakan pada tim pest control profesional yang berpengalaman dalam menangani tikus
HUBUNGI KAMI HARI INI >>>>
Infestasi Tikus di Pusat Perbelanjaan Jabodetabek



