Sejarah Serangan Rayap di Istana Bogor

Professional Pest Control

Sejarah Serangan Rayap di Istana Bogor

Sejarah Serangan Rayap di Istana Bogor

Peristiwa sejarah tumbangnya pohon di Kebun Raya Bogor (KRB) pada tahun 2015 menyebabkan puluhan  korban terluka, diantaranya harus meregang nyawa. Setelah ditelisik penyebab tumbangnya pohon damar agathis borneo itu karena lapuk dimakan rayap.

Hal ini diduga karena kondisi iklim tropis di wilayah bogor dan Kebun Raya Bogor, membuat rayap betah, dan dampak dari itu Istana Bogor yang terancam dikepung rayap. Setidaknya dalam satu koloni mereka bisa berjumlah tujuh juta koloni dalam satu keluarga. Untuk makanan, mereka mampu menghabiskan 24 kilogram kayu per koloni dalam satu tahun atau sebanding dengan satu kusen pintu, habis dalam satu tahun. Selain itu dalam satu kasus terdapat pohon yang dimakan rayap, artinya di radius 50 meter terdapat sarang rayap. Sehingga potensi bahaya KRB juga masih ada. Termasuk kawasan Istana Bogor juga bisa diserang rayap, menurut Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dodi Nandika.

Kasus lain kala itu dan masih terjadi di Bogor yakni ambruknya SDN Bondongan 1 Kota Bogor, gedung sekolah tersebut ambruk juga karena rayap.

Selain itu, kelembaban yang tinggi didaerah kota bogor juga sangat mempengaruhi eksistensi  keberadaan hewan laron itu cukup dominan di Kota Bogor. Berdasarkan data kala itu ternyata, sejumlah perumahan di Bogor sudah terserang rayap. Penyebabnya jenis kayu yang sering digunakan kebanyakan warga adalah jenis kayu yang rentan terhadap serangan rayap.

Tingkatkan pengamanan terhadap kesehatan, bisnis, aktivitas, keluarga, teman dan lingkungan anda terhadap rayap dan hama – hama lain yang mengganggu. Bersama Sinttesis Pest Control dengan metode khusus yang aman dan efektif.

Hubungi kami
02517553361 (office)
Atau chat via wa lewat :
081317751203

Kami melayani survey hama secara gratis untuk mengetahui potensi serangan hama yang ada di lokasi dan jenis penanganannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.